Mainkan Aragami Bikin Gimbot Bertambah Kangen Dengan Seri Tenchu

Mainkan Aragami Bikin Gimbot Bertambah Kangen Dengan Seri Tenchu

Gimbot sukai sekali game bertajuk ninja. Sesungguhnya bukan hanya ninja sich, Gimbot tertarik pada game sejenis stealth umumnya, namun obyek ninja punyai daya tarik khusus terpenting bila kita pun tertarik pada budaya serta bentuk visual Jepang. Di jaman PS1 serta PS2 dahulu, seri Tenchu sempat berubah menjadi idola Gimbot (serta adik kerabat Gimbot, yang kebetulan gamer pun) buat dimainkan disaat tengah diperlukan konsumsi stealth. Walaupun sudah tamat lantas, rasa-rasanya terus dahsyat buat dimainkan kembali.

Sayangnya, semakin lama nama Tenchu terbenam serta saat ini tidak ada di bursa pasaran. Soal tampak lantaran pemilikan atas property cendekiawan Tenchu berganti tangan beberapa kali. Mulainya diciptakan oleh Acquire serta diluncurkan oleh Sony, franchise ini juga pernah digenggam beberapa perusahaan lain seperti Activision, Microsoft, Ubisoft, bahkan juga From Software.

Karena itu mutu seri Tenchu jadi kurang berkesinambungan. Sesaat Acquire, developer aslinya, berpindah membuat game bertajuk ninja lain dengan judul Shinobido, akan tetapi kwalitasnya tidak juga dapat mengimbangi Tenchu. From Software sempat kembali menggandeng Acquire buat membuat Tenchu : Shadow Assassins di Wii serta PSP. Walaupun tak tidak sukses keseluruhan, game itu pun belum sukses kembalikan popularitas seri Tenchu, serta berubah menjadi judul Tenchu paling akhir yang muncul saat lebih dari 10 tahun paling akhir.

Demikian lama tidak ada judul Tenchu baru semestinya bikin Gimbot jadi pencinta jatuh kangen, selanjutnya coba cari judul game ninja lain buat alternatifnya. Kebetulan, saat lalu Aragami tengah discount di PS Store. Gimbot sempat membaca beberapa artikel yang mengemukakan kalau game ini serupa Tenchu, jadi Gimbot lantas coba memainkannya. Namun nyata-nyatanya game ini tidak sukses menyenangkan Gimbot.

Jangan salah duga, Gimbot betul-betul tak berbicara kalau Aragami yaitu game yang tidak baik. Sebaliknya, malahan game ini cukup fun! Bertindak jadi arwah kegelapan yang punyai kapabilitas buat manipulasi bayangan, Aragami sukses bikin Gimbot rasakan kegentingan stealth yang cukup unik. Asyiknya “blink” dari satu bayangan ke bayangan lain, dan kesenangan disaat kita sukses memancing lawan ke satu titik selanjutnya melaksanakan Shinen Kill buat mengeliminasi semua juga sekaligus itu tak dapat dinafikan. Akan tetapi, terus, Aragami bukan Tenchu.

Yang bikin Tenchu terkesan tidak hanya bab mengendap-endap serta melaksanakan kill, namun juga semua hal lain yang lengkapi disekitarnya. Bagaimana stealth kill punya banyak ragam adegan terkait dari arah serta trik kita melakukannya, luasnya ragam ninja sarana yang dapat kita pakai baik buat kebutuhan ofensif maupun mempermainkan lawan, keahlian-keahlian taijutsu (perlawanan jarak dekat) yang bikin kita tak rasakan helpless di duel frontal, yaitu contoh sejumlah pesona yang berada pada seri Tenchu akan tetapi belum Gimbot dapatkan di game lain.

Tenchu yaitu suatu paket komplit. Tenchu memposisikan kita di tempat seseorang ninja dengan keterampilan yang komplet. Mobilitas tinggi, menyingkirkan musuh dengan senyap, memakai perabotan aneh-aneh, bahkan juga memanfaatkan pengetahuan gaib, seluruhnya seakan wujudkan mitos-mitos terkait ninja berubah menjadi fakta. Serta kadangkala Gimbot tidak tahu, kenapa tak ada game ninja lain yang dapat selengkap ini? Tiap-tiap kali Gimbot coba satu game bertajuk ninja, selalu rasa-rasanya ada yang kurang. Setelah itu yang berlangsung bukan kangen itu terobati, namun malahan Gimbot tambah rindu pada seri Tenchu.

Baca juga : Game Mobile Paling baik 2018, Florence akan Dikeluarkan untuk PC serta Switch

Di Aragami umpamanya, kita bisa berganti tempat dalam sekejap, memanfaatkan ilmu-ilmu gaib, dan melaksanakan stealth kill yang animasinya cukup beragam. Namun kita tak dapat bergelantungan di perbatasan tembok. Terdengar tak penting? Barangkali iya, namun kelanjutannnya “kekurangan” ini bikin Aragami merasa seperti game yang tak komplet. Seolah-olah Gimbot tengah mainkan suatu judul Tenchu, akan tetapi belum tuntas diciptakan.

juga, “kekurangan” barusan tak berhenti hingga disana. Kita tidak juga dapat berenang. Tak ada ragam ninja sarana. Tak ada taijutsu. Serta sifat kita betul-betul tak dapat berlaga dengan cara frontal lantaran serangan lawan punyai resiko instan kill. Gimbot mengerti kalau pokok game ini yaitu stealth, namun Tenchu berikan kita pilihan perlawanan disaat stealth itu tidak sukses. Aragami tak. Aragami bikin Gimbot rasakan seperti Superman, namun semua lawan punyai pedang yang dibikin dari Kryptonite.

Artikel ini bukanlah kupasan, serta segala hal yang Gimbot katakan di atas barusan tidaklah protes pada Aragami. Lagi, Aragami betul-betul bukan game yang tidak baik, kok. Jadi, bila kamu tertarik pada stealth, Gimbot menyarankan game ini buat kamu coba. Akan tetapi Gimbot beli game itu dengan keinginan kalau Gimbot bakal mendapat suatu yang serupa Tenchu, serta keinginan Gimbot tak tercukupi.

Itu mempunyai arti pelacakan Gimbot bakal substitusi Tenchu tetap akan terus berbuntut, serta kerinduan Gimbot yang udah berjalan saat satu dekade lebih ini belumlah juga dapat terobati. Barangkali seterusnya Gimbot butuh menjajal Sekiro : Shadows Die Twice, yang ujarnya pun punyai beberapa elemen serupa Tenchu (serta diluncurkan oleh From Software pun) . Namun kesempatan ini, Gimbot akan tidak menempatkan keinginan yang sangat tinggi. Biarkan Tenchu terus menduduki tempat yang khusus dalam cerita lama, hingga satu hari kelak seri itu kembali bangkit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *