freebet slot
situs streaming bola
9 Sekuel Rawan yang Sukses Loloskan Franchise yang Meredup

9 Sekuel Rawan yang Sukses Loloskan Franchise yang Meredup

Sekuel adalah bukti jika game pertama sukses serta studio pasti ingin meneruskan keberhasilan itu dalam periode panjang melalui game terusan. Bawa kembali ide yang sudah diputuskan di game awalnya lantas meningkatkan feature baru atau minimal benahi permasalahan yang dinilai fans kemungkinan jadi tindakan paling logis saat membuat satu sekuel, tapi seringkali developer ambil tindakan rawan supaya franchise mereka terus berkaitan ditengah-tengah persaingan industri game yang makin seru.

1. Fallout 3

9 Sekuel Rawan yang Sukses Loloskan Franchise yang Meredup

Fallout classic kemungkinan sukses menggugah hati banyak gamer dan kritikus di eranya, tapi cuma bermodal resepsi baik tidak selamanya bermakna laku di market. Formula RPG isometrik dari seri-seri pertama Fallout tidak berhasil mengundang perhatian customer mainstream. Sebab perform pasar yang jelek, developer asli dari franchise ini sangat terpaksa gulung tikar serta melepas beberapa IP mereka, diantaranya adalah Fallout.

Dibeli oleh Bethesda, studio yang diketahui akan franchise The Elder Scrolls ini ambil direksi yang jauh tidak sama dari dua game pertama. Walau banyak jaga keunikan dari Fallout dari mulai atmosfir sampai lore, Todd Howard serta teamnya putuskan untuk mengubah sudut pandang game dari isometrik jadi first-person/third-person seperti The Elder Scrolls. Tidak itu saja, banyak mekanik dari seri sebelumnya dibikin lebih simpel untuk memudahkan beberapa pendatang baru.

Apa saja pendapatmu mengenai direksi baru yang diambil Bethesda ini, kamu harus mengaku jika Fallout 3 jadi awal dari popularitas mainstream Fallout. Jika tidak ada di tangan Bethesda, kemungkinan besar franchise RPG post-apocalyptic itu tidak sebesar saat ini.

2. Tomb Raider (2013)

9 Sekuel Rawan yang Sukses Loloskan Franchise yang Meredup

Tomb Raider 2013 kemungkinan bukan sekuel tetapi reboot, tapi saya merasakan muka baru penjelajahan Lara Croft ini memiliki hak untuk masuk di daftar ini. Dengna keberhasilan Uncharted racikan Naughty Dog, Crystal Dynamic “mencontek” beberapa inspirasi dari game itu untuk bangunkan kembali franchise Tomb Raider yang statusnya makin hari makin dilalaikan sebab game-game jelek serta mediocre yang dikeluarkan dengan beruntun.

Ketetapan untuk mengubah keseluruhan franchise berbuah manis. Banyak fans direksi baru yang lebih gelap, dewasa serta realistik ini. Lara Croft tidak berkesan seperti gimmick marketing semata-mata untuk bikin beberapa lelaki takjub. Dianya sekarang dipresentasikan lebih realistik serta ringkih, namun masih jaga jiwa badass dengan triknya sendiri.

Keberhasilan reboot tahun 2013 membuat Tomb Raider versus kekinian ini temukan dua sekuel pada tahun 2015 serta 2018. Hal itu kemungkinan tidak akan berlangsung jika developer tidak ingin ambil risiko serta mengubah keseluruhan franchise kecintaan mereka.

3. Deus Ex: Human Revolution

9 Sekuel Rawan yang Sukses Loloskan Franchise yang Meredup

Sesudah Deus Ex pertama menarik perhatian banyak gamer sampai dilihat jadi salah satunya game PC paling baik selama hidup, rekam jejak franchise saat itu juga meredup saat sekuelnya tidak punya kualitas sama dengan game pertama. Deus Ex: Invisible War dikeluarkan 3 tahun sesudah game pertama serta memperoleh resepsi yang sebetulnya masih bagus yakni 80/100 di Metacritic, tapi banyak fans game pertama merasakan benar-benar sedih dengan Invisible War sebab permasalahan tehnis serta faktor gameplay yang banyak dibikin lebih streamline dibanding game pertama.

Sesudah Invisible War, franchise masuki babak hiatus disebabkan beberapa desainer penting seperti Warren Spector, John Romero serta Harvey Smith tinggalkan Ion Storm. Pada tahun 2005, Eidos putuskan untuk tutup studio serta nasib dari franchise ini jadi tanda pertanyaan besar sepanjang beberapa waktu.

Franchise selanjutnya dibangkitkan kembali oleh Eidos Montreal di bawah instruksi Square Enix. Deus Ex: Human Revolution dikeluarkan pada tahun 2011 serta sukses menghidupkan kembali keterkaitan merek Deus Ex. Walau game pertama masih dilihat jadi yang paling baik, sebagian besar gamer senang dengan sekuel ke-3 sebab atmosfir serta gameplay stealth yang penuh dengan skema baru menarik. Sekuel ke empat – Deus Ex: Mankind Divided dikeluarkan pada 2017 serta temukan resepsi yang lebih negatif dibanding Human Revolution, tapi kekuatan sekuel baru masih terbuka untuk nantinya.

4. Rainbow Six: Siege

9 Sekuel Rawan yang Sukses Loloskan Franchise yang Meredup

Rainbow Six sudah alami perkembangan mencolok seringkali sepanjang tahun. Awalannya dibuat jadi simulasi realistik yang benar-benar kompleks, franchise terus disederhanakan sesudah Ubisoft menggenggam penuh peningkatan game.

Rainbow Six Vegas adalah awal franchise ini dibongkar keseluruhan oleh Ubisoft. Game dibikin lebih konsentrasi pada tindakan linear serta skema cover daripada infiltrasi perlahan serta berhati-hati yang seri awalnya kenalkan. Ini dikerjakan untuk mengundang perhatian customer mainstream terutamanya dengan pasar console yang lebih menguasai. Vegas berserta sekuelnya sukses sampai visi itu tapi popularitas game meredup dengan adanya banyak FPS yang lain yang siap saingi Rainbow Six.

Dengan Call of Duty jadi game terhangat di generasi ke-7 console, banyak developer berusaha untuk mereplika game terbitan Activision itu serta Ubisoft jadi diantaranya. Rainbow Six: Patriost dipublikasikan pada tahun 2011 yang lalu, game kelihatan begitu sinematik serta scripted, banyak fans merasakan jika game tidak memiliki hak menggenggam nama “Rainbow Six”. Project Patriots selanjutnya diurungkan serta Ubisoft merombaknya jadi game multiplayer taktikal yang di inspirasi dari Counter Strike.

Rainbow Six Siege bisa jadi akhir yang jelek untuk franchise ini, tapi dedikasi tinggi Ubisoft mengupdate game dengan content baru tiap musim, game sukses mengundang perhatian beberapa orang, serta mereka yang awalannya skeptis dengan ide baru Rainbow Six ini.

Baca juga : Google Buat Menafsirkan Serta Menafsirkan Penuturan Dengan Cara Real Time

5. Doom (2016)

9 Sekuel Rawan yang Sukses Loloskan Franchise yang Meredup
Sedikit rancu untuk menjelaskan apa Doom 2016 itu sekuel atau reboot. Tapi lihat beberapa faktor narasi di game ini ada sangkut paut dengan seri awalnya, banyak yang sepakat untuk mengatakan jadi pseudo-sequel. Apa saja itu, Doom 2016 sangat bagus, orang tiba-tiba terpikat dengan franchise ini seperti di tahun 90-an. Musik yang masih metal, gameplay yang masih sadis, design level yang masih terbuka, dan mekanik glory kill yang demikian memberi kepuasan membuat Doom 2016 demikian asyik untuk dimainkan.

Doom 4 sebetulnya sempat ditangani oleh Id Software, tapi peningkatan game diurungkan serta diulangi dari pertama sesudah dipandang benar-benar meleset dari adat Doom. Daripada ikuti tren yang sedang hangat, Id Software konsentrasi pada apa yang membuat game classic benar-benar ikonik serta memberikan tambahan beberapa hal baru yang masih searah dengan jati diri Doom. Doom 2016 dilihat jadi salah satunya FPS kekinian paling baik sekarang, sekarang kita cuma bisa menanti apa Doom Eternal bisa melewati game pendahulunya.

6. Mortal Kombat

9 Sekuel Rawan yang Sukses Loloskan Franchise yang Meredup

Salah satunya rintangan yang perlu ditemui franchise tua seperti Mortal Kombat adalah terus cari langkah baru supaya setiap seri bisa bersaing dengan pendatang baru yang penuh dengan inspirasi serta pengembangan baru. Midway coba suntikan inspirasi baru di setiap game Mortal Kombat yang mereka launching, tapi nampaknya setiap inspirasi yang diaplikasikan malah terus mengakibatkan kerusakan jati diri game. Sesudah beberapa game paling akhir tidak berhasil dengan komersil dan resepsi dari fans, sang penerbit/publisher informasikan kemunduran serta IP Mortal Kombat diambil oleh penerbit/publisher baru – Warner Bros.

NetherRealm Studios dipilih jadi developer baru untuk Mortal Kombat. Daripada main-main dengan mekanik serta ide ambisius, mereka malah banting setir untuk kembali pada formula lama game yakni sudut pandang 2.5 dimensi. Tentunya kesuksesan Mortal Kombat racikan NetherRealm bukan hanya hadir dari kacamata nostalgia semata-mata. Game menawarkan campaign sinematik yang termasuk benar-benar langka untuk game fighting. Beberapa kritikus memberikan pujian pada faktor ini serta menjelaskan jika setiap cutscene game berkesan seperti melihat film.

Dasar baru Mortal Kombat sampai sekarang masih dipertahankan oleh NetherRealm. Game sekarang sudah punya 2 sekuel baru serta Mortal Kombat 11 sekarang seringkali dilombakan oleh beberapa kompetisi Esports.

7. Donkey Kong Country

9 Sekuel Rawan yang Sukses Loloskan Franchise yang Meredup

Silahkan kita istirahat bicarakan game kekinian untuk sesaat. Donkey Kong adalah salah satunya game arcade paling ikonik selama hidup, namun game itu kemungkinan cuma akan diketahui jadi “game pertama munculnya Mario” jika Rare Studios tidak turun tangan lakukan Donkey Kong Country.

Tidak sama dengan game arcade-nya, Donkey Kong Country punya dunia baru, kelompok ciri-ciri baru, style visual baru serta buat jadi Donkey Kong jadi ciri-ciri protagonis. Tidak itu saja, game ini transisikan jenis franchise jadi game platformer berbasiskan level seperti Mario. Tanpa ada keberadaan game ini, Donkey Kong kemungkinan dilalaikan demikian saja oleh Nintendo, tidak akan jadi salah satunya IP penting mereka serta yang tentu adalah tidak masuk di Super Smash Bros,

8. Hitman (2016)

9 Sekuel Rawan yang Sukses Loloskan Franchise yang Meredup

Terkenal di masa PS2, franchise Hitman mulai meredup waktu masuk generasi console ke-7. Hitman Absolution bukan game jelek, tapi dibanding dengan seri-seri awalnya, game keluaran 2012 itu kelihatan begitu disederhanakan untuk mengundang perhatian audience mainstream. Kekesalan fans menyebabkan pada perform komersil yang jelek pada Hitman Absolution. Square Enix sempat merencanakan menunjuk studio lain untuk bangun seri Hitman baru, tapi Io Interactive dikasih satu peluang paling akhir.

Hitman baru dikeluarkan pada 2016, kembali pada akar dengan gameplay stealth yang menawarkan kebebasan pada pemainnya dan pilihan tanpa ada senjata lebih dihargai daripada frontal. Sayangnya game dibikin dengan “episodik” sebab penerbit/publisher memandang direksi itu adalah tren terhangat sekarang. Perform penjualan game awalannya tidak demikian baik, tapi game terus mengundang perhatian fans lama serta pemain baru sesudah versus komplet dikeluarkan pada 2017.

Square Enix putus kerja sama juga dengan Io Interactive tidak lama sesudah edisi lengkap Hitman dikeluarkan. Untungnya Io Interactive sukses pertahakan hak punya Hitman, membuat mereka berdiri sendiri untuk project sekuel setelah itu. Walau sempat ditemui permasalahan finansial sesudah terpisah dair Square Enix, minimal Hitman kembali ke formula “jaya”-nya.

9. Metroid Prime

9 Sekuel Rawan yang Sukses Loloskan Franchise yang Meredup

Metroid sebetulnya tidak alami waktu gelap di selama setahun franchise eksis, tapi sesudah launching Super Metroid di tahun 1994, Nintendo seolah sudah kehabisan inspirasi untuk bangun game Metroid baru. Franchise alami hiatus sepanjang 8 tahun sampai selanjutnya dua game dikeluarkan yakni Metroid Fusion serta Metroid Prime.

Metroid Fusion masih jaga sudut pandang 2D tapi susunan gameplay sangatlah tidak sama dari seri pendahulunya. Game punya design yang lebih linear serta konsentrasi tindakan dibanding eksplorasi di map luas serta bercabang yang sudah ciri khas dari franchise Metroid. Tentu saja ini karena limitasi hardware, karena itu fans sedikit menyadari ketetapan ini tapi di waktu yang sama game tidak tinggalkan kesan-kesan memorable apa saja serta terlewatkan beberapa waktu setelah itu.

Sedang untuk Metroid Prime sendiri, seri ini tampil dengan ide yang benar-benar rawan serta bisa memancing amarah fans berat Metroid jika hasilnya tidak baik. Ditingkatkan oleh Retro Studios, Metroid Prime angkat sudut pandang first-person, sudut pandang gameplay yang Nintendo sendiri tidak pernah susuri awalnya. Walau dengan pemikiran baru ini, atmosfir serta keseluruhnya gameplay masih punya vibe Metroid. Rasa skeptis fans akan direksi baru yang diambil studio barat itu saat itu juga hancur sebab game kombinasi FPS serta eksplorasi kash Metroidvania nyatanya lebih pas daripada diekspektasi.

Metroid Prime sudah punya dua sekuel selama ini. Franchise sudah masuki step hiatus kembali untuk sekarang, tapi game ke empat tengah ditingkatkan kembali oleh Retro Studios sebelumnya setelah sempat ada di tangan Bandai Namco sepanjang beberapa waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *